KUNJUNGAN DR. ABDUL MAJID RAMADHAN DARI AL AZHAR KAIRO KE PONPES SABILUL KHOIROT UNTUK KERJASAMA KURIKULUM



Hari jumat dan sabtu, 8-9 Desember 2017, Ponpes Sabilul Khoirot mendapatkan kunjungan tamu penting dari Kairo. Beliau adalah Dr Abdul Majid Ramadhan, utusan resmi Al Azhar Kairo di Indonesia didampingi oleh Ust Mukhtar Sudibyo, MA, dari Yayasan Al Azhar Indonesia yang berpusat di Jakarta.

Kedatangan dua tamu penting ini disambut oleh segenap pimpinan pesantren, diantaranya pengasuh pesantren, Ust M. As'ad Mahmud, Lc, Direktur Pesantren Ust Muh. Sa'dullah, S.Pdi, Direktur Pendidikan Ust Purwoko, SPd, dan Direktur Humas dan kerjasama kelembagaan Ust Luthfi Chakim, Lc.

Selama dua hari, Dr Abdul Majid dan Ust Mukhtar melewati serangkaian acara yang cukup padat bersama pihak pesantren. dalam kunjungan ini, beliau berdua mempresentasikan program kurikulum sekolah standar al azhar kairo di hadapan pengurus pesantren. Selanjutnya akan dijajaki kemungkinan kerjasama pemberlakuan kurikulum tersebut di ponpes sabilul khoirot.



Berikutnya, Beliau berdua memberikan ceramah di hadapan guru dan pembina santri. Seratusan guru Nurul Islam Tengaran, mulai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Madrasah Aliyah (MA), mendapat motivasi dari Syaikh DR. Abdul Majid.

Dalam ceramahnya, Syaikh Abdul Majid menjelaskan bahwa profesi guru adalah profesi yang paling mulia, asal benar-benar dijalankan penuh amanah dan semaksimal mungkin. Syaikh menjelaskan terkait keberkahan, baik harta maupun ilmu sebagai seorang guru.



Motivasi yang digelar di masjid Ar Rahmah komplek MA Nurul Islam ini berlangsung interaktif. Syaikh Abdul Majid menambahkan bahwa ketika di kelas, adalah hak siswa sepenuhnya. "Para siswa berhak memperoleh ilmu dari seorang guru. Oleh karena itu, sebelum masuk kelas, guru harus sudah siap, sudah mengulang serta menguasai ilmu yang akan diajarkan", terang Syaikh Abdul Majid.

Di akhir materi, Syaikh Abdul Majid mendorong para guru untuk belajar bahasa Arab. "Luangkan waktu setengah jam sehari untuk belajar Bahasa Arab. Kalau bisa Bahasa Inggris, harusnya bisa pula berbahasa Arab, karena lebih mudah", ungkapnya.



Berikutnya, beliau berdua juga memberikan ceramah umum di hadapan seluruh santri. Dalam ceramahnya beliau menekankan pentingnya mempelajari al quran dan bahasa arab sebagai sarana menggapai kemuliaan tertinggi di dunia dan akhirat.



www.asadmahmud.net

Comments

Popular posts from this blog

BELAJAR KEARIFAN DAKWAH DARI WALISONGO (CERAMAH HALAL BIHALAL Ust. SALIM A. FILLAH)

RISALAH DZUL HIJJAH DAN IDUL ADHA 1441 H