Renungan jumat, 9 Maret 2018



قَالَ الحَْسَنُ الْبَصْرِي رَحِمَهُ الله : فَسَادُ الْقُلُوْبِ مُتَوَلَّدٌ مِنْ سِتّةِ أَشْيَاءَ، أَوًّلهُاَ: يُذْنِبُوْنَ بِرَجَاءِ التَّوْبَةِ، وَيَتَعَلَّمُوْنَ الْعِلْمَ وَلاَ يَعْمَلُوْنَ بِهِ، وَإِذَا عَمِلُوْا لاَ يُخْلِصُوْنَ، وَيَأْكُلُوْنَ رِزْقَ اللهِ وَلاَ يَشْكُرُوْنَ، وَلاَ يَرْضَوْنَ بِقِسْمَةِ اللهِ، وَيُدْفِنُوْنَ مَوْتَاهُمْ وَلاَ يَعْتَبِرُوْنَ.

Hasan al Basri ra berkata: Sesungguhnya rusaknya hati itu disebabkan 6 perkara yaitu ; Sengaja berbuat dosa dengan harapan kelak tobatnya dapat diterima, Mempunyai ilmu namun enggan mengamalkannya, Beramal namun tidak ikhlas, Memakan rezeki Allah, namun tidakmensyukurinya, Tidak ridha dengan pemberian Allah kepadanya, dan Menguburkan jenazah namun enggan mengambil pelajaran dari kematian
(Dari kitab iqodzu uli al himam : Abdul Aziz Muhammad Salman)

Comments

Popular posts from this blog

BELAJAR KEARIFAN DAKWAH DARI WALISONGO (CERAMAH HALAL BIHALAL Ust. SALIM A. FILLAH)

RISALAH DZUL HIJJAH DAN IDUL ADHA 1441 H