MEREKA YANG MENJEMPUT KEMATIAN DENGAN CARA TERBAIK

MEREKA YANG MENJEMPUT KEMATIAN DENGAN CARA TERBAIK


 


Kanjeng Nabi bersabda
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ» قِيلَ: وَمَا اسْتَعْمَلَهُ؟ قَالَ: «يُفْتَحُ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ بَيْنَ يَدَيْ مَوْتِهِ حَتَّى يَرْضَى عَنْهُ مَنْ حَوْلَهُ»
“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah jadikan ia beramal.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dijadikan dia beramal?” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Dibukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridha kepadanya.”

Di dalam hadis lain hampir mirip dengan itu redaksinya "Allah berikan padanya taufik untuk beramal saleh, lalu ia mati dalam amal saleh tersebut"

Orang yang diambil nyawanya karena berjuang dalam amal salehnya, itulah kematian terindah. dan hidup ini, sejatinya adalah seni menjemput kematian dengan cara yang paling baik.

Di tengah hiruk pandemi covid19, semua berubah jadi pejuang dengan caranya masing masing. Para pejabat, ulama, guru, rakyat dan setiap diri pribadi mau tidak mau harus bergelut melawan wabah ini.

Tapi tak berlebihan jika disebut bahwa pejuang di garis terdepan melawan pandemi ini adalah para dokter dan tenaga medis. Mereka ibarat prajurit di medan perang bersenjatakan APD dan peralatan medis, langsung bertarung dengan sang virus. Mereka tak lagi kenal waktu, mereka tak lagi berhitung resiko, sebab harus berjibaku menyelamatkan nyawa pasien.
Diantara mereka ada yang menang, tapi ada juga menjemput takdir kematian yang dikirim melalui makhluk tak kasat mata itu.

Dokter dokter ini, para tenaga medis, dan semua pejuang covid19 yang menjemput takdir kematiannya di sana, merekalah orang-orang yang diberkati keahlian seni menjemput kematian. Mereka mati dalam kondisi sangat mulia, sedang beramal saleh, untuk kesembuhan orang lain.

Semoga Allah SWT melipatgandakan pahala bagi mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga-Nya yang paling mulia. Aamiin. Semoga bukan kesembronoan dan kecerobohan yang mengantar kematian pada kita, amiin.

Comments

Popular posts from this blog

BELAJAR KEARIFAN DAKWAH DARI WALISONGO (CERAMAH HALAL BIHALAL Ust. SALIM A. FILLAH)

RISALAH DZUL HIJJAH DAN IDUL ADHA 1441 H