"...PUASA INI UNTUKKU, DAN AKU YANG AKAN MEMBALASNYA..." Apa maknanya?

"...PUASA INI UNTUKKU, DAN AKU YANG AKAN MEMBALASNYA..."

Diantara hadis hadis tentang keutamaan puasa, hadis qudsy berikut salah satu yang paling populer.
عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ . . . الحديث .
Dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT berfirman : "Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung”. (HR Bukhari Muslim)

Biasanya akan timbul pertanyaaan, kalau puasa milik Allah, lalu amal yang lain milik siapa? Kalau puasa diganjar langsung oleh Allah, lalu amal yang lain siapa yang memberi pahalanya?
Al Hafidz Imam Ibnu Hajar Al Asqalany dalam kitabnya yang masyhur, Fathul Baary syarh sohih Al Bukhori, menukil dari pendapat ulama ulama yang lain, menjelaskan makna hadis di atas dalam 10 poin berikut :

1. Ibadah puasa itu tidak menimbulkan sifat riya dan pamer sebagaimana ibadah yang lain. Hal ini sebagaimana diperkuat oleh Imam Al Qurthuby dan Imam Ibnu Al Jauzy. Ibnu Al Jauzy berkata :"Semua ibadah itu tampak pelaksanaannya, sehingga berpotensi mendatangkan riya', tapi tidak demikian dengan puasa".
Maka ada hadis-hadis yang meskipun derajatnya dhaif tapi jumlahnya banyak, menyebutkan bahwa dalam ibadah puasa tidak ada riya'. Misalnya hadis
ليس في الصيام رياء

2. Kata kata و انا أجزي به (Dan aku yang akan membalasnya), maksudnya adalah Allah SWT satu satunya yang mengetahui kelipatan pahala dari puasa. Hal ini berbeda dengan amal amal yang lain yang dilipatkan 10 sampai 700 kali lipat. Sebagaimana disebutkan dalam hadis :
كُلُّ عَمَلِِ ابنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِِلى سَبْعِمِائَةَ ضِعْفٍ . قَالَ اللَّه تَعَالَى : إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأََنَا أَجْزِيْ بِهِ
"Setiap amal /kebaikan anak Adam itu akan dilipat gandakan pahalanya sepuluh kalinya hingga tujuh ratus kali lipatnya. Allah Ta'ala berfirman: "Melainkan puasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasannya." (HR Muslim)

3. Hal ini menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah yang paling dicintai dan utama di sisi Allah SWT. Hal itu sebagaimana di kuatkan oleh Imam Ibnu Abdil Bar, dan hadis sahih yang diriwayatkan imam An Nasa'i, Nabi SAW bersabda
عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ ، فَإِنَّهُ لا مِثْلَ لَهُ
"Wajib atas kamu berpuasa, sebab keuatamaan puasa itu tidak ada yang menyamainya"

4. Kurang lebih sama dengan no 3, bahwa penisbatan puasa kepada Allah SWT adalah menunjukkan kemuliaan dan keagungan ibadah puasa. Dikutip dari ucapan Azzain bin Munir.

5. Orang yang berpuasa menjalankan ibadah dengan meniru sifat Allah, yaitu meninggalkan kebutuhan akan makan, minum dan keinginan manusiawi yang lain. Imam Al qurthuby berkata, ibadah ibadah yang lain dilakukan sesuai dengan sifat manusia, tapi tidak dengan puasa. Ia dilakukan dengan meniru sifat Allah SWT

6. Mirip dengan No 5, hanya saja dinisbatkan nya kepada sifat malaikat, bukan sifat Allah SWT

7. Orang yang melaksanakan puasa tidak memiliki bagian/tidak diuntungkan secara manusiawi dari puasanya. Hal ini sebagaimana disampaikan Imam Al Khotoby. Maksudnya, sebagaimana dikatakan Imam Al Jauzy, puasa tidak akan menimbulkan pujian manusia, sebab mestinya puasa itu tidak diketahui orang lain. Jika demikian yang dimaksud, maka makna ini beririsan dengan makna no 1.

8. Ibadah puasa tidak pernah dipergunakan untuk sesembahan selain Allah SWT. Mengingat selain muslim juga mengagungkan sesembahan mereka dengan sembahyang, sujud, sedekah, zikir dan lainnya. Makna yang ke delapan ini ada beberapa yang membantahnya.

9. Puasa bukan merupakan amal penebus kedzaliman. Semua amal ibadah dapat menjadi penebus kedzaliman yang dilakukan kepada orang lain, tapi tidak dengan puasa. Pahalanya utuh dan tidak terkurangi untuk menebus kedzaliman apapun. Ada hadis qudsy menyebutkan :
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ الْعَمَلِ كَفَّارَةٌ إِلَّا الصَّوْمَ وَالصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Allah Azza Wa Jalla berfirman (dalam hadits qudsi): Seluruh amalan adalah kaffaroh kecuali puasa. Puasa adalah untukKu dan Aku yang akan membalasnya (H.R Ahmad, shahih sesuai syarat Muslim)
Makna yang ke 9 ini disandarkan pada pendapat Imam Sufyan bin Uyaiynah, meskipun tidak semua ulama sepakat dengan pendapat beliau. Sebab ada hadis hadis lain yang bertentangan dengan makna yang ke 9 ini.

10. Catatan pahala puasa ini dirahasiakan bahkan di hadapan para malaikat. Tapi menurut imam ibnu hajar, pemaknaan ini bersandar pada hadis yang tidak kuat, dan bertentangan dengan hadis-hadis sohih.

 Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

BELAJAR KEARIFAN DAKWAH DARI WALISONGO (CERAMAH HALAL BIHALAL Ust. SALIM A. FILLAH)

RISALAH DZUL HIJJAH DAN IDUL ADHA 1441 H