SETAN DIBELENGGU, MENGAPA MASIH ADA MA'SHIYAT DAN KEJAHATAN?

SETAN DIBELENGGU, MENGAPA MASIH ADA MA'SHIYAT DAN KEJAHATAN?

Alhamdulillah, 10 hari pertama dari bulan ramadhan sudah usai kita lalui. Semoga setiap pertempuran-pertempuran dengan pengaruh setan selalu bisa kita menangkan. Bertempur dengan setan? Bukankah setan setan dibelenggu?

Nah, Bicara tentang dibelenggu nya setan, hadis ini sangat populer di bulan ramadhan :
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ
Artinya, “Ketika masuk bulan Ramadlan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup,” (HR Bukhari dan Muslim)
Maka pertanyaan yang biasa muncul adalah, mengapa masih ada kejahatan dan kema'shiyatan kalau setan sudah dibelenggu?

Berikut beberapa pendapat ulama dalam memaknai hadis dibelenggu nya setan tersebut :
1. Yang dimaksud dengan setan dibelenggu di sini adakalanya dimaknai secara hakiki, dimana memang benar benar setan dibelenggu untuk tidak bisa menggangu orang orang beriman, atau bahkan sekedar mencuri dengar dari mereka.

2. Yang dimaksud dengan setan dibelenggu di sini bisa juga dimaknai secara majazi dimana karena dilipat gandakan nya pahala dan ampunan, dan juga sedikit nya orang yang tergoda dengan setan, sehingga godaan setan tidak berhasil dan mereka diibaratkan seperti terbelenggu tangannya.
Kedua pendapat di atas merujuk pada dawuh Imam Nawawi, menukil pendapat al qodhi Iyadh.

3. Yang dimaksud setan terbelenggu di sini adalah sebagian dari setan. Yakni setan yang membangkang dan provokatornya. Artinya masih banyak setan lain yang berkeliaran. Itu sebagaimana disebutkan oleh Imam Al Qurthuby dan Imam Al Hafidz Ibnu Hajar. Penjelasan ini bersesuaian dengan hadis lainnya, yang diriwayatkan Ibnu Huzaimah, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim. Menurut Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ
"Pada malam pertama bulan Ramadhan, setan-setan dibelenggu dan jin yang membangkang/kelas kakap."

4. Yang dimaksud dengan setan terbelenggu menurut Imam Al Baji dalam mensyarah Kitab Muwattho' adalah dibelenggu dengan makna yang sebenarnya. Hanya saja makhluk yang dibelenggu itu bukan berarti tidak bisa menggoda. Ia terikat tangan dan badannya, tapi pikiran dan mulutnya masih bisa mempengaruhi. Hanya saja, dengan keberkahan bulan ramadhan ini, godaan dan pengaruh setan itu banyak yang sia sia dan tidak berhasil

5. Yang dimaksud dengan setan terbelenggu menurut Imam Al Qurthuby, beliau merajihkan /menguatkan pendapat yang memaknai dibelenggu nya setan dengan makna belenggu yang hakiki. Tapi beliau menambahkan, Jika ada yang bertanya, mengapa masih ada keburukan dan kema'shiyatan kalau setan di belenggu? Maka beberapa jawabannya adalah sebagai berikut :
- Setan akan terbelenggu ketika menghadapi orang orang yang berpuasa dengan memenuhi semua syarat rukun dan adab berpuasa
- Yang dibelenggu dari setan tidak semuanya, tapi hanya setan setan yang membangkang saja, atau para provokatornya, tidak semuanya
- Maka sebagai akibatnya, keburukan dan kema'shiyatan lebih sedikit jumlahnya, dan itu tidak mesti bersumber dari godaan setan yang ghaib, tapi bisa dari diri dan jiwa manusia sendiri yang buruk atau tergoda oleh pengaruh buruk sesama manusia.

Wallahu a'lam

Comments

Popular posts from this blog

BELAJAR KEARIFAN DAKWAH DARI WALISONGO (CERAMAH HALAL BIHALAL Ust. SALIM A. FILLAH)

RISALAH DZUL HIJJAH DAN IDUL ADHA 1441 H